Tuesday, August 5, 2008

Tampil Cantik Di Hari "Buruk"

Siapa pun pasti pernah mengalami hari yang buruk. Entah karena mau datang bulan hingga mood jadi tak keruan, kurang tidur, atau menangis di malam sebelumnya. Akibatnya, saat bangun pagi Anda merasa tak cantik.
Nah, tingkatkan rasa percaya diri dengan memilih rias wajah yang tepat. Cukup dengan dandanan simpel agar tak tidak menjurus pada salah rias! Selanjutnya? Ikuti trik berikut.* Oleskan krim concealer bernuansa kekuningan untuk menutupi lingkaran kelam di sekitar mata. Jangan biarkan semua orang tahu Anda kurang tidur semalam.
* Blusher bernuansa pink pada tulang pipi dapat mencerahkan wajah. Warna pink bisa memberi pengaruh munculnya perasaan cantik dan lembut dalam diri.
* Stres dapat menimbulkan jerawat, tanpa mengingat usia. Jika timbul jerawat, buang jauh-jauh keinginan untuk memegang apalagi memencet jerawat "mendadak" itu. Jangan pula ditutupi dengan concealer yang biasanya berwarna lebih muda dari kulit wajah kita. Cukup tambahkan foundation agak lebih banyak dari biasanya pada area jerawat, sebelum melapisi dengan bedak. Jangan lupa membersihkan wajah dengan cermat setelah itu.
Beri perhatian berlebih pada tata rambut. Cuci rambut, luangkan ekstra waktu untuk menatanya, baik dengan blow-dry atau rol rambut. Akan lebih baik lagi jika Anda punya cukup banyak waktu untuk ke salon langganan dan minta penataan rambut dengan gaya yang lain dari biasanya. Tatanan rambut yang rapi mungkin dapat menaikkan rasa percaya diri.
* Jika hari buruk disebabkan karena Anda sedang demam influenza, kulit wajah menjadi lebih kering dan tampak kusam. Untuk mengatasinya, gunakan lebih banyak krim pelembap pada wajah, terutama pada bagian hidung.
* Nah, kini Anda sudah tampil cantik dan ceria. Siapa bilang Anda lagi be-te?



Read More......

Wajah Halus Bak Pualam

Membersihkan wajah adalah ritual wajib usai memakai make up seharian. Tak cukup hanya dengan air, karena air tak bisa menghilangkan dengan tuntas sisa tata rias dan kotoran yang menempel. Kenali jenis-jenis pembersih wajah agar Anda tak salah pilih.
Pembersih wajah dibedakan menjadi make up remover (pembersih wajah yang dapat mengangkat sisa make up), serta eye make up remover (pembersih khusus untuk mengangkat sisa riasan di daerah mata). Agar sisa make up dapat terangkat dan dibersihkan dengan tuntas, lakukanlah beberapa langkah berikut :
- Ambil kapas atau spons. Tuangkan make up remover berupa cleansing milk atau cleansing oil ke permukaan wajah. Usapkan kapas atau spons dengan lembut ke seluruh wajah dengan gerakan memutar ke atas untuk mencegah kulit wajah tidak cepat turun.
- Jika wajah masih terasa belum bersih total, dapat dilanjutkan dengan mencuci wajah dengan sabun, foam, atau scrub khusus yang sesuai dengan jenis kulit wajah. Pijat lembut wajah dengan gerakan memutar beberapa menit. Bilas wajah dengan air hangat agar pori-pori membuka.
- Untuk memijat wajah saat dibersihkan dengan sabun, dapat juga menggunakan mini puff yang berbahan lembut agar sisa make up dapat benar-benar terangkat dan tak menyumbat pori-pori wajah.
- Setelah wajah benar-benar bersih, gunakan toner yang bebas alkohol agar wajah terasa segar kembali dan pori-pori kembali menutup.
Sumber : Nova


Read More......

Monday, August 4, 2008

Mengapa Saya Tidak Menarik?

Berhenti untuk menghakimi diri Anda berdasar atas opini dunia tentang terlihat menarik secara fisik.

"Saya tidak tahu... tapi sepertinya orang menolak untuk melihat saya... Ketika mereka mendekati saya, yang terlihat oleh mereka hanyalah diri mereka sendiri, bayangan orang cantik dalam khayalan mereka - mereka melihat dan memperhatikan segala hal, kecuali diri saya...". Novelis Ralph Ellison menulis tentang menjadi pribadi yang minder ini sekitar lima puluh tahun yang lalu. Deskripsi ini secara merata diaplikasi pada mereka yang merasa tidak memiliki nilai jual karena mereka seorang single atau karena mereka merasa tidak menarik.

Dalam dunia saat ini, terlihat menarik adalah komoditi yang amat didambakan. Meski kebanyakan dari kita tidak mengukurnya se-glamour yang ditayangkan dunia media, tapi kita percaya bahwa terlihat menarik secara fisik akan membawa kita kepada kebahagiaan. Mereka yang tidak memiliki nilai tinggi secara ‘budaya menarik' akan berurusan dengan penolakan lebih banyak daripada mereka yang memiliki rupa menarik. Terlihat menarik menjadi satu kelebihan dalam masyarakat kita. Itulah sebabnya mengapa orang menghabiskan uang jutaan atau milyaran rupiah untuk operasi plastik atau membeli produk kecantikan lainnya. Namun apa yang terjadi ketika Anda, seperti kebanyakan dari kita, bukanlah orang yang tergolong ‘menarik'?

Seorang pembaca di Utah, AS, mengekspresikan dilema ini dan berusaha untuk menemukan solusinya. "Saya adalah seorang wanita Kristen yang belum menikah dan tinggal sekamar bersama seorang rekan. Orang-orang seringkali menghakimi saya berdasarkan rupa saya dan juga cara hidup saya. Saya tidak begitu cantik, saya memakai kacamata tebal dan tidak memungkinkan bagi saya untuk memakai contact lens. Saya ingin menikah namun sejauh ini tidak ada orang yang tertarik pada diri saya. Apakah salah jika saya meminta Tuhan untuk membuat saya tampak lebih cantik? Dan bagaimana saya bisa menanggapi berbagai komentar tidak ramah yang telah dibuat orang kepada saya?".

Orang mungkin membuat penghakiman berdasarkan atas rupa dan status Anda. Hanya sayangnya ini terjadi baik di dalam maupun di luar gereja. Dengan segera para single menyerap pelajaran ini. Para muda-mudi single menangkap dalam hati pesan dari berbagai majalah dan media lainnya yang seringkali menciptakan kebingungan terhadap masalah fisik supaya terlihat menarik dan berusaha mencapai tubuh yang sempurna. Meminta Tuhan untuk membuat Anda lebih menarik sebenarnya bukanlah jawabannya.

Saran saya bagi mereka yang merasa kurang menarik :

1. Maksimalkan apa yang Tuhan berikan pada Anda. Dapatkan potongan rambut dan frame kacamata yang bagus. Banyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin untuk memperbaiki kulit dan wajah. Berpakaianlah dengan pakaian yang dapat memperbaiki bentuk dan kerangka tubuh Anda. Olahraga dan jagalah berat badan dalam batas kewajaran. Lakukan semua hal ini bagi diri Anda sendiri dan bukan bagi beberapa pria atau wanita yang potensial menjadi pacar Anda. Maksimalkan apa yang Tuhan berikan pada Anda. Anda akan merasa lebih percaya diri dan lebih menarik.

2. Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Ini adalah sesuatu yang sukar untuk dilakukan ketika kita dibombardir dengan begitu banyak gambaran glamour yang tiada henti. Kita lupa bahwa model dan bintang film seringkali merupakan hasil manipulasi komputer, air brush dan produk operasi plastik. Hampir semua wanita harus belajar untuk menerima tubuh yang telah dianugerahkan padanya - yang tidak sempurna seperti semua manusia.

3. Konsentrasikan pada pembangunan karakter. Seperti biasa kedengarannya, kecantikan di dalam batin adalah lebih penting dalam jangka panjang dibanding kecantikan luar. Terlihat menarik secara fisik satu saat pasti akan memudar namun karakter yang baik akan membuat seseorang menjadi indah. Menjadi hal yang wajar untuk didengar jika sepasang manusia saling membicarakan daya tarik yang tumbuh sepanjang waktu karena kecantikan batin yang sudah terlihat di antara mereka satu sama lain.

4. Rasa berharga bagi diri sendiri dan penerimaan datang dari Tuhan. Jika Anda mengerti bagaimana Tuhan melihat diri Anda, maka tidak masalah apa yang orang pikirkan tentang Anda. Identitas Anda harus dibangun berdasarkan pada apa kata Tuhan bukan berdasarkan penampilan fisik. Bagi Tuhan Anda menarik. Tuhan tidak membuat satu kesalahan ketika IA menciptakan Anda. Anda adalah hasil dari pekerjaan tangan-Nya (Efesus 2:10). Anda adalah karya yang mengagumkan (Mazmur 139:14). Tuhan mengasihi Anda sebagaimana Anda ada (Yohanes 3:16). Anda adalah anak-Nya Tuhan (Yohanes 1:12). Anda terus-menerus ada dalam pikiran Tuhan (Mazmur 139:2). Tuhan tidak akan melupakan hal baik dari diri Anda (Mazmur 84:11).

5. Berlatih untuk menjadi tegas. Ketika orang membuat pernyataan yang melukai hati, tidak ada salahnya membuat mereka tahu bahwa kata-kata mereka bisa menyakitkan hati. Bicaralah dengan lembut, namun dengan cara tegas. Sebagai contoh, jika pada suatu kesempatan seseorang menyindir Anda sebagai homo atau lesbian karena Anda tidak menikah dan hidup dengan wanita tidak menikah lainnya, katakan : "Itu sangat melukai hati". atau "Tolong, jangan hakimi saya. Kamu bahkan tidak tahu apa-apa tentang saya". Malahan lakukan permintaan : "Bagaimana jika kamu dapat berdoa bagi saya?".

Seseorang yang menarik mungkin pada awalnya akan memiliki keuntungan untuk bertemu pasangannya. Namun terlihat menarik secara fisik tidak menjamin suksesnya suatu hubungan atau membuat orang memiliki rasa berharga yang tinggi kepada dirinya sendiri atau membuat satu personality yang menarik. Hal-hal tersebut harus ditanamkan sepanjang waktu. Fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan dan berusahalah dalam hal-hal tersebut.

Mintalah Tuhan menolong Anda untuk menjadi seperti apa yang Dia harapkan dari diri Anda - maksimalkan penampilan Anda dengan merawat tubuh Anda sehingga Anda merasa baik terhadap diri Anda sendiri. Hentikan membandingkan diri Anda dengan orang lain, temukan identitas diri Anda melalui Kristus Tuhan dan berlatihlah menjadi seorang yang tegas. Dan ingatlah, sukacita dalam batin dan kedamaian akan tercermin keluar dari diri Anda. Keyakinan diri akan memancar ketika Anda tahu siapa diri Anda di dalam Kristus. Dalam dunia saat ini, tidak ada hal yang bisa lebih menarik dibandingkan kecantikan batin.

Dr. Mintle - penulis, professor, Supervisor berlisensi dan anggota klinis dari American Association for Marriage and Family Therapy - adalah seorang pembicara media, juga menjadi pekerja klinik sosial selama dua puluh tahun dalam praktek psikoterapi.

Read More......

Jika Ditarik Ulur

Dengan dasar cinta dan juga masa pacaran yang dinilai sudah cukup lama untuk mengenal karakter masing-masing, tentu saja tak aneh bila kemudian Anda ingin melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. Namun apa jadinya bila ternyata kekasih malah tak menunjukkan keseriusannya? Bahkan ia sempat menghilang dan muncul kembali akan tetapi belum menunjukkan jawaban tegas?


Pendeknya pasangan Anda seperti orang yang labil, pikirannya tak tetap. Kadang-kadang bisa serius, tapi di lain waktu seperti menjauh. Dengan keadaan ini tentu saja Anda merasa dipermainkan. Terlebih usia Anda yang tergolong sudah siap untuk menikah. Kalau sudah begini apa yang harus Anda lakukan? Juga menjauh dan bahkan tegas memutuskannya? Atau bersikap setia dan sabar menunggunya memberikan jawaban seperti yang Anda inginkan?

Agaknya jangan dulu langsung berkata putus, karena tak mudah untuk membangun sebuah hubungan dari awal lagi dengan dasar cinta dan kesetiaan. Tapi memang pikiran yang sudah tidak lagi positif dalam hal ini penuh dengan kecurigaan, merasa tidak dihargai dan juga merasa dipermainkan menuntut Anda untuk mengambil langkah pisah. Tapi apakah semudah itu?

Ini tentu saja berarti meski Anda dan pasangan Anda sudah saling mengenal kekurangan dan kelebihan masing-masing, ternyata Anda belum dapat menerima kekasih Anda apa adanya.

Pikiran negatif yang memenuhi benak Anda tentu akan sangat menguras banyak energi. Jika Anda berpikir untuk bersatu kembali, Anda harus melihat kesiapan diri Anda sendiri. Sebisa mungkin bicarakan berdua, apakah Anda memang melihat adanya masa depan dari hubungan ini. Kalau memang jawabannya positif, Anda berdua harus mampu membangun dan menciptakan hubungan harmonis.

Anda juga harus menemukan bukti yang jelas, dari kecurigaan yang Anda rasakan selama ini. Dengan demikian Anda tentu akan merasa sedikit tenang.

Yang pasti Anda harus berusaha untuk mengajaknya bicara dari hati ke hati. Tanyakan mau dibawa kemana hubungan ini. Soal usia jangan pernah dijadikan patokan untuk kesiapan Anda untuk melangsungkan pernikahan. Yang pasti menunggu orang yang tepat dan diyakini sebagai pasangan hidup Andalah yang lebih baik dibanding memilih yang telah tersedia namun tak memberikan kebahagiaan untuk ke depannya.

Total View : 495 kali
Archive | Print | Kirim | Comment
Nama * :
Status * :
Email ** :
Pesan * :
Captcha* : 10f70

* : Harus di isi
** : Tidak ditampilkan

• 7 Kesalahan Umum Dalam Hubungan Lawan Jenis
• Kebodohan Dalam Cinta
• Putus Cinta??
• Apa Anda Terlibat “Cinta Terlarang”?
• Mengapa Saya Tidak Menarik?
• Asyiknya Jadi Jomblo...
• Wanita : Budak Atau Penolong Pria?
• Mengapa Masih Single?
Parenting

Kiat Menghadapi Balita yang Hobi Bikin Huru-Hara

Bicara Seks pada Anak

Remaja Bermasalah? Perbaiki Hubungan...
Husband & Wife

Jadikan Pertengkaran Sebagai Perekat Hubungan

Istri Bijak Versi Salomo

Uang Belanja Kok Dijatah
Single & Loveable

Apa Anda Terlibat “Cinta Terlarang”?

Jika Ditarik Ulur

Mengapa Saya Tidak Menarik?


Bagaimana sih cara PDKT yang baik, benar & efektif?

3 tahun yang lalu saya cerai karena suamiku selingkuh dengan teman lamanya. Bisakah saya menikah kembali?

Lahir di keluarga broken home, saat ini jadi minderan. Bagaimana cara menyikapinya?
Home | Spiritual | Relationship | Money | Health | Entertainment | News | Forum


Read More......

Apa Anda Terlibat “Cinta Terlarang”?

Ada 6 jenis hubungan cinta yang memiliki kemungkinan besar untuk rusak atau gagal. Periksa kisah cinta Anda, karena jangan-jangan kisah itu termasuk satu di antara "yang terlarang".

1. Hubungan yang dimulai dari prinsip bertepuk sebelah tangan.

Ada seorang pria atau wanita yang tergila-gila pada calon pasangannya sehingga menjadi berlebihan. Telepon lebih dari 3 kali sehari, memberikan berbagai jenis hadiah dan perhatian. Sebenarnya tidak ada yang salah dari semua itu, jika saja semua itu berjalan dua arah. Yang bermasalah ialah jika hal itu hanya satu arah saja.



Pada akhirnya, hubungan ini akan berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat, karena salah satu pihak mencintai pihak lainnya dengan kadar yang lebih tinggi dan tidak seimbang. Padahal dalam hubungan yang sehat, harus terdapat equality atau persamaan. Hubungan ini juga dapat menjadi "asas manfaat". Maksudnya, pihak yang merasa sebagai ‘objek cinta' bisa mengambil keuntungan dan memanfaatkan subjeknya. Hubungan ini bisa juga didasarkan oleh rasa kasihan yang efeknya jelas tidak baik di masa depan.

2. Hubungan yang dimulai karena sebuah ‘fantasi'.

Di dalam proses hidup, kadang ada saat-saat dimana seseorang berada dalam masa ‘fantasi'. Contohnya, di tengah kesibukan bekerja, seorang pria berlibur ke suatu daerah tertentu dan bertemu dengan seorang wanita yang juga sedang berlibur di daerah itu. Dalam keadaan ini, jika kedua orang itu saling tertarik, maka mereka cenderung menjalin hubungan asmara.

Inilah yang disebut hubungan ‘fantasi'. Keduanya sedang di luar rutinitas mereka dan terjebak bersama dalam suasana santai yang sifatnya hanya ‘sementara'. Cepat atau lambat ketika mereka kembali ke rutinitas kerja atau ke tengah keadaan yang ‘nyata', mereka seperti ‘tercelik kembali'. Dan ketika itu terjadi, hubungan ‘fantasi' itu bisa cepat buyar.

3. Hubungan yang dimulai karena sebuah pemberontakan terhadap keluarga atau orang tua.

Contohnya, seorang pria yang memilih wanita dengan kriteria yang tidak disukai oleh ibunya, karena ada kemarahan atau dendam tertentu yang disimpan si anak terhadap sang ibu.

Si anak sendiri mungkin tidak terlalu cocok dengan pasangan pilihannya, tapi ia memaksa untuk ‘bertahan' agar orang tuanya merasa jengkel. Hubungan seperti ini banyak terjadi di masyarakat kita. Pada akhirnya, hubungan yang sudah pasti tidak mendapat restu ini dapat berakhir dengan kekecewaan dan penuh kepahitan karena berbagai masalah, yang terkecil sekalipun.

4. Hubungan yang dimulai dalam keadaan emosi yang masih terluka akibat patah hati.

Ada tipe orang yang sesegera mungkin mencari tambatan hati baru, sehabis patah hati. Entah ia menggunakan orang baru sekedar untuk mengalihkan perhatiannya, untuk melampiaskan semua kesedihan dan kekecewaannya, atau bahkan untuk berniat balas dendam. Dan semuanya itu bisa terjadi tanpa disadari oleh orang tersebut.

Sebenarnya, mungkin saja ia bisa tulus mengasihi kekasih barunya. Tapi kebanyakan orang yang patah hati masih membawa-bawa pengalaman pahitnya di masa lalu. Intinya, jangan memaksakan diri untuk membangun hubungan serius dengan orang yang baru patah hati. Kalau memang hati sudah keburu tertambat padanya, sebaiknya tunggu sampai beberapa waktu sampai si dia benar-benar siap lahir batin.

5. Hubungan yang timbul dari rasa kekaguman berlebihan.

Contohnya, seorang wanita yang berpacaran dengan seorang pria yang adalah role model atau tokoh idolanya. Ini juga awal dari hubungan yang tidak sehat. Seseorang yang mengagumi pasangannya secara berlebihan biasanya sudah memiliki ekspektasi atau harapan berlebihan terhadap pasangannya. Ada satu gambaran kesempurnaan terhadap pasangannya.

Sedangkan pada kenyataannya, tidak ada satu manusiapun yang sempurna! Sang idola bisa saja membuat kesalahan yang akan mengecewakan pasangannya. Dan ini bisa membuat hubungan tersebut retak pelan-pelan atau bahkan langsung hancur berantakan.

6. Hubungan yang dimulai sebagai hasil dari satu perselingkuhan.

Belakangan, banyak orang yang terjerat dengan masalah yang satu ini. Jatuh cinta dengan seseorang yang sudah punya pasangan memang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Padahal permainan berbahaya ini sangat merugikan dan benar-benar salah! Di dalamnya, biasanya terdapat luka dan kepahitan, kebohongan dan pengkhianatan.

Dan orang yang pernah memutuskan untuk terlibat perselingkuhan biasanya akan mengulangi perbuatannya terhadap pasangan barunya. Si penggoda yang merebut pasangan orang lain juga akan diliputi perasaan bersalah dan beresiko menjadi korban pengkhianatan pasangannya, kurang lebih seperti hukum tabur tuai. Karena itu, berhentilah bermain api dan carilah pasangan yang masih available!

Dengan mengetahui kemungkinan-kemungkinan tersebut, mari memulai hubungan dengan cara yang aman dan benar didasarkan oleh kasih yang murni. Setuju?

Read More......

Jadikan Pertengkaran Sebagai Perekat Hubungan

Pernikahan tanpa pertengkaran? Hhmmm..., mustahil! Kesalahpahaman, kekecewaan dan kekesalan yang kemudian memicu kemarahan dan pertengkaran adalah normal. Asal Anda tahu cara menyiasatinya. Berikut lima tips yang bisa mengubah pertengkaran menjadi lem perekat pernikahan.

Tips Pertama : Memilih Masalah

Kekesalan dan kekecewaan sebaiknya tidak ditahan-tahan, selain membuat Anda makan hati, Anda juga terpicu untuk memusuhi pasangan. Tetapi bukan berarti setiap kali kesal dan kecewa Anda dapat "memuntahkannya" pada pasangan. Cobalah Anda pikirkan baik-baik terlebih dahulu apakah perlu dibicarakan atau Anda bisa menyelesaikannya dengan cara lain.

Tips Kedua : Prioritas Waktu Dan Tempat

Mulai sekarang, coretlah tempat umum seperti mal atau kafe sebagai tempat pertengkaran. Termasuk ketika sedang berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Pilih waktu yang pas saat pikiran sedang jernih dan fisik tidak terlalu lelah. Hindari mengungkapkan kekecewaan saat Anda dan pasangan berangkat tidur karena tubuh dan pikiran cenderung lelah.

Tips Ketiga : Jangan Memperluas Masalah

Semula Anda kesal karena pasangan telat menjemput, tapi kemudian Anda mulai merembet ke hal lain. Anda mempermasalahkan apa saja yang pernah dia lakukan dan menyebabkan Anda kesal. Cara ini membuat Anda kesal dan akibatnya pertengkaran akan "memanas".

Tips Keempat : Menjadi Pendengar Yang Baik

Pertengkaran yang sehat adalah pertengkaran yang berjalan dua arah. Anda tidak boleh nyerocos atau berceramah. Berikan kesempatan pada pasangan untuk menjelaskan sudut pandangannya, mengingat ketegangan bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman.

Tips Kelima : Ungkapkan Keinginan

Emosi seringkali membuat kita terus bicara tanpa arah sehingga pasangan tidak tahu apa yang sebenarnya kita inginkan. Jangan pernah berharap pasangan langsung tahu apa yang Anda mau, jadi Anda harus mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

Kesabaran, penerimaan dan saling mengerti satu sama lain adalah salah satu kunci penting untuk menyiasati pertengkaran antara suami istri. Firman Tuhan sendiri berkata kemarahan bukanlah hal yang harus dipendam di dalam hati sampai matahari terbenam. Jadi, secepat timbulnya amarah di dalam hati, secepat itulah Anda harus berusaha untuk memadamkan amarah Anda dengan pertolongan Tuhan dan memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan tercinta.



Read More......

Jangan Mau Dibilang Baik

Kreatif, berinisiatif, bertanggung jawab. Siapa yang tidak senang bila orang lain mendeskripsikan kinerja Anda dengan tiga kata tersebut. Tapi bila atasan dan rekan kerja hanya menyebut Anda sebagai karyawan yang baik, maka ini saatnya untuk berbenah.

Bukan berarti orang baik tidak dibutuhkan dalam dunia kerja. Bagaimanapun, setiap orang tentu butuh rekan kerja yang kooperatif, responsif, serta senang membantu. Masalahnya adalah jika kata "baik" dipakai untuk menggambarkan sifat yang terlalu mudah berkorban, tak berani membela diri, atau tak mampu menolak. Bila Anda terlalu lama mendapat predikat "baik" di kantor, berikut beberapa tips untuk mengubahnya.

1. Buat Batasan
Orang yang terlalu baik biasanya jarang berkata tidak. Padahal, ada perbedaan besar antara membantu untuk bekerja sama dan terlalu berkorban. Bila Anda terbiasa untuk mengiyakan setiap permintaan, meski Anda sendiri punya setumpuk pekerjaan, orang lain berpotensi untuk mencari keuntungan dari kebaikan hati Anda. Oleh karena itu, mulailah menetapkan batasan. Boleh saja membantu pekerjaan rekan kerja, tetapi hanya bila tugas utama Anda telah selesai.

2. Bicaralah
Bila di kepala Anda banyak muncul ide-ide cerdas, sampaikanlah saat rapat. Jangan takut untuk bicara, apalagi bila Anda hanya berani menyampaikannya kepada rekan sekerja. Bisa-bisa ide brilian Anda akan dicuri dan diklaim sebagai miliknya. Buang jauh-jauh rasa malu. Biasakan untuk ikut berkontribusi dalam rapat dan sampaikan masukan yang berbobot, lama-lama orang lain akan menghargai Anda meskipun ide Anda tidak dipakai sekalipun.

3. Terbuka
Saat memeriksa proposal yang baru dikerjakan oleh anak buah, Anda mendapati banyak kesalahan dan kekurangan. Namun, alih-alih minta diperbaiki, Anda malah mengoreksinya sendiri. Bila Anda segan untuk mengoreksi pekerjaan bawahan, bagaimana dia bisa belajar dari kesalahannya? Pilihlah kata-kata yang tepat saat memberi masukan atau menegur bawahan tanpa harus kasar dan mematikan potensinya.

4. Jangan Mudah Berempati
Salah satu sebab mengapa orang baik diserahi banyak pekerjaan adalah karena mereka terlalu mudah jatuh kasihan. Mungkin Anda tak tega melihat rekan Anda stres dan panik menyelesaikan tugas-tugasnya lalu dengan mudahnya Anda menawarkan bantuan. Akan lebih bijaksana bila Anda membantunya dengan cara menjadi pendengar yang baik dan memberikan saran yang memotivasi. Bagaimanapun Anda punya tanggung jawab pada tugas-tugas Anda sendiri.

5. Bicara Ringkas
Kuasailah keterampilan berkomunikasi saat bicara dengan atasan atau rekan kerja. Biasakan untuk bicara dengan efisien dan terarah. Hindari bicara bertele-tele untuk menyampaikan suatu instruksi atau pendapat. Jangan takut orang lain tak akan mengerti ucapan Anda. Bila Anda yang tidak jelas mereka pasti akan meminta konfirmasi.

Read More......