Sajak ini penulisnya adalah Margareth Fisher.
Behind the Foot Prints Story:
Tahukah anda cerita di balik terciptanya sajak "FOOTPRINTS". Sajak itu telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul "Jejak" (aslinya : "Footprints") sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau. Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis.
Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih.
Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya. Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya.
Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman, jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan. "Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak ... !"
Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut. "Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman
dibenci di Amerika dan Kanada," ucap Margaret mengenang masa kecilnya.
Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya
di kelasnya. "Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar.
Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku.
Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan.
Selama beberapa hari aku terbaring sakit. Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan," kenang Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan. Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap
penyakit yang tidak tersembuhkan. Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak "Jejak" ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul. Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin retret. Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah.
"Mari kita jalan di pantai," usul Margaret.
Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka dipasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu. "Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,"
seru Margaret.
"Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air," lirih Margaret.
"Jangan berpikir begitu," protes Paul.
"Aku malah melihat lambang yang indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akan
menjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang."
Mereka berjalan terus. "Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi."
Paul menatap Margaret dengan tajam, "Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini..."
Lalu Paul mengangkat Margaret yang bertubuh kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya.
Malam itu setibanya mereka di tempat retret, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi... Seolah-olah
bermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan.
Tetapi... dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi !
Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur. Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul "Aku Bermimpi". Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul "Jejak".
Pada hari itu juga dalam kebaktian, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, "... ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit.Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhan
sedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita." Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :
One night I dreamed a dream. I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand, One belong to me and one to my Lord. When the last scene of my life shot before me, I looked back at the footprints in the sand.
There was only one set of footprints. I realized that this was the lowest and the saddest times of my life. This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.
"Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way.
But I'm aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints.
I just don't understand why, when I need You most, You leave me." He whispered, "My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings.
When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you."
Seluruh peserta retret duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarang pun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan Yesus membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta
berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan. Telapak kaki kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas.
Mana telapak kaki kita ? Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.
JeNNifer_Vw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jejak - Jejak Kaki
Suatu malam aku bermimpi, berjalan-jalan di sepanjang pantai
Bersama Tuhanku...
Melintas di langit gelap
babak-babak hidupku...
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki,
yang sepasang milikku... dan yang lain milik Tuhanku...
Ketika babak terakhir terkilas dihadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki diatas pasir,
dan betapa terkejutnya diriku...
Kulihat bahwa acapkali disepanjang hidupku,
hanya ada sepasang kaki...
Aku sadar bahwa ini terjadi
justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan....
Hal ini selalu menggangguku....
dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilemaku ini...
"...Tuhan, ketika aku mengambil keputusan
untuk mengikuti-Mu, Engkau berjanji akan
selalu berjalan dan bercakap-cakap denganku...... disepanjang jalan hidupku...
Namum ternyata dalam masa yang
paling sulit dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki...
Aku benar-benar tidak mengerti,
mengapa ketika aku sangat membutuhkan-Mu, Engkau meninggalkan aku..."
Ia menjawab dengan lembut,
"... Anak-Ku, Aku sangat mengasihimu
dan tidak akan pernah membiarkanmu
terutama sekali ketika pencobaan dan ujian datang,,,
Apabila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki,
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku..."
Teman-teman... kejadian seperti ilustrasi diatas sangat sering terjadi dalam kehidupan kita, pada saat kita sedang mengalami suatu cobaan dan mempunyai pergumulan yang berat, kita seringkali merasa kalo Tuhan tidak ada disamping kita dan seakan-akan Tuhan jauh dan pergi meninggalkan kita, doa-doa kita yang seolah-olah tidak dijawab, doa-doa kita meminta yang terbaik tapi Tuhan malah menjawab dengan penderitaan dan ujian lagi.
Kita belajar dari ilustrasi diatas... bahwa di setiap langkah hidup kita dan yang terutama pada saat kita mengalami tekanan yang luar biasa...
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita seperti janji firman Tuhan dalam :
Ibrani 13:5 "
"...Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau..."
dan apabila doa-doa kita dijawab dengan bertambahnya tekanan dan ujian, kita belajar bersyukur dan tetap mengasihi Tuhan apapun kondisinya, tidak hanya hal-hal yang baik yang kita terima, tapi kita juga harus mau menerima hal-hal buruk yang Tuhan ijinkan terjadi atas hidup kita (seperti kisah Ayub). Percaya penuh kepada Tuhan bahwa Tuhan pasti akan
menepati janjinya.. :
Roma 8:28
"... Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah..."
Ayat tersebut mengatakan "bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" ingat akan firman Tuhan dalam :
Matius 22:14 "... sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih..."
Teman-teman... walaupun begitu dalam tekanan yang kita rasakan, tetaplah bertahan sampai pada akhirnya...
Yakobus 1 : 12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Tuhan Yesus mengasihi kita semua,,,
A m i n
Sunday, August 3, 2008
Jejak-Jejak Kaki
Depression
How to win over depression?
8 Steps to Victory by Diane S. Dew © Copyright 1998
If you exercise the following options every time you get depressed, Satan's onslaughts will not affect you as much -- because he'd rather leave you alone than have you worshipping God, reading the Word of God, ministering to others, etc. Certainly you will grow stronger spiritually in the process, because you'll be exercising your spiritual muscles.
1. Worship God
Nothing puts everything into perspective like gazing upon the majesty of the Almighty. Make melody to God, or listen to some anointed music: that's what Saul did, when depressed: he called for David, the minstrel, and the anointing on David's music caused the evil spirit that depressed and harassed him to depart. As the psalmist said: "Magnify the Lord." When He is magnified, our perspective changes: Everything else seems smaller, less significant.
2. Read Scripture
The Word of God is powerful in changing our perspective on earthly things. It comforts us. "For whatsoever things were written aforetime were written for our learning, that we through patience and comfort of the scriptures might have hope." Rom 15:4 "This is my comfort in my affliction: for thy word hath quickened me." Psa 119:50 "Mine eyes fail for thy word, saying, When wilt thou comfort me?" Psa 119:81, 82
3. Pray. Express your feelings to God.
Prayer strengthens us (Psa 27:14; 138:3; Isa 30:15) and gives us peace (Phil 4:6, 7; Isa 26:3).
4. Find a place of service.
"Occupy till I come" (Luke 19:13) In other words: keep busy. As the saying goes, "Idleness is the devil's workshop." There used to be another old saying that went something like this: "I complained that I didn't have new shoes, till I saw someone with no feet." There's always someone worse off than we are. Focusing on others' needs will keep your eyes off your own problems.
5. Take control over your thoughts
"Set your affection on things above, not things on the earth" (Col 3:1) Realize that Jesus redeemed us entirely: spirit, soul and body. (Isaiah 53)
6. Keep filled with the Spirit
"Be filled [literally, be being filled] with the Spirit, speaking to yourselves in songs and hymns and spiritual songs, singing and making melody in your hearts to the Lord." (Eph 5:18)
7. Walk in the Spirit
Don't give the enemy a foothold. Confess any known sin. Avoid places or people that tend to bring you down.
8. Rest in the Lord
"Rest in the Lord & wait patiently for him" (Psa 37:7). "...and having done all, stand." (Eph 6) Worrying can't change the situation anyway. As the saying goes: "Let go and let God." Trust in His infinite wisdom, that he has everything under control. Even a sparrow doesn't fall to the ground without his notice, Jesus said. The very hairs of your head are numbered.
Depresi
Bagaimana untuk menang terhadap depresi,8 langkah untuk menang :
Bila Anda melakukan pilihan berikut tiap saat Anda merasakan tertekan, serangan hebat iblis tidak akan banyak berpengaruh, karena dia lebih baik meninggalkan Anda sendiri daripada menyaksikan Anda menyembah Tuhan, membaca Firman Tuhan, saling melayani,dll. Tentu saja Anda akan bertumbuh lebih kuat secara rohani pada prosesnya, karena Anda akan melatih otot-otot rohani Anda.
1. Menyembah Tuhan
Tidak ada pandangan lain seperti memandang keagungan yang Maha Besar. Bernyanyi untuk Tuhan, atau mendengarkan musik yang diurapi: itulah yang Saul lakukan, ketika tertekan: dia memanggil Daud, si pemain musik, dan urapan pada permainan musik Daud menyebabkan roh jahat yang menekan dan menggangu Saul pergi. Seperti pemazmur katakan; “Terpujilah Tuhan” ketika Dia dbesarkan, pandangan kita berubah,: semuanya terlihat semakin kecil, dan tidak berarti
2. Membaca Firman Tuhan
Firman Tuhan sangat berkuasa dalam merubah pandangan kita pada hal-hal duniawi. Firman menghibur kita “ Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Roma 15:4) “ Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.(Mazmur 119:50) “, “Habis jiwaku merindukan keselamatan dari pada-Mu, aku berharap kepada firman-Mu. Habis mataku merindukan janji-Mu; aku berkata: "Bilakah Engkau akan menghiburkan aku?" (Mazmur 119:81-82)
3. Berdoa, nyatakan perasaan mu kepada Tuhan
Doa menguatkan kita (Mazmur 27: 14; 138:3; Yesaya 30:15) dan memberikan kita damai sejahtera (Filipi 4:6-7; Yesaya 26:3)
4. Cari wadah untuk melayani
“Berusahalah sampai Aku kembali” (Lukas 19:13) dengan kata lain : sibuklah. Seperti dikatakan “Kemalasan adalah tempat kerja si iblis” ada perkataan kuno yang mengatakan demikian : “saya mengeluh karena tidak punya sepatu, sampai saya melihat seesorang yang tidak punya kaki”. Akan selalu ada seseorang yang lebih buruk dari kita. Fokuslah pada kebutuhan orang lain akan membuat mata kita berpaling dari masalah kita sendiri
5. Kuasai pikiranmu
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (kolose 3:2) sadarilah bahwa Yesus menebus kita seluruhnya : Roh jiwa dan tubuh (Yesaya 53)
6. Tetap dipenuhi dengan Roh
“ Hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam Mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” (Efesus 5:18-19)
7. Berjalan dalam Roh
Jangan beri tempat berpijak pada musuh. Akui segala dosa yang diketahui. Hindari tempat atau orang-orang yang akan membawamu jatuh.
8. Beristirahat dalam Tuhan
“Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia (Mazmur 37:7). “.setelah menyelesaikan semuanya, berdirilah”(Efesus 6). Kehawatiran tidak akan mengubahkan keadaan. Seperti yang dikatakan: “ Let go and Let God” Percayalah kepada kebijaksanaan Nya yang tidak terbatas, bahwa Dia yang menguasai semuanya. Yesus berkata, bahkan burung tidak akan jatuh ke tanah tanpa seijin Nya. Setiap helai rambut di kepala Anda terhitung.
Ini Dia, 10 Ciri-ciri Wanita yang Dicari Pria!
Nggak cukup cantik dan seksi saja untuk membuat pria tergila-gila.
Di artikel kali ini, pria buka-bukaan soal tipe pacar ideal yang akan membuat kaum adam bertekuk lutut dan tak berpaling lagi. Apa tuh?
Walau awalnya bahagia, lama-lama pria juga akan bosan punya kekasih cantik dan seksi namun tak bisa diajak bicara. Wanita semacam ini hanya untuk dikagumi, namun tak akan duduk di urutan pertama wanita yang akan diincar untuk menjadi pasangan hidup.
Dilansir Askmen, para pria buka mulut soal wanita idaman yang akan membuat mereka tergila-gila.
Hasilnya, ini dia 10 ciri-ciri wanita impian pria untuk menjadi kekasihnya.
Kita hitung mundur ya!
10. Wanita yang Mandiri
Tak ada seorang pria pun yang ingin menjadi baby sitter untuk pacarnya.
Pria lebih suka wanita yang mandiri bahkan bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan usahanya sendiri. Ia justru akan meminjamkan bahunya ketika sang pria membutuhkan. Namun walau semandiri apapun, pria juga selalu ingin merasa dibutuhkan.
Boleh saja bergantung pada pria tapi jangan keterlaluan. Sesekali Anda boleh kok manja dan minta tolong tapi jika terlalu bergantung bisa-bisa dia kabur. Selain itu, seorang wanita yang mandiri biasanya amat sangat bisa diandalkan. Ia bisa mengatur sendiri hidupnya dengan baik dari sisi finansial ataupun emosional. Ia pun bisa menikmati waktu jauh dari Anda walaupun rasa rindu itu tak bisa tertahankan.
9.Wanita yang Cerdas
Seorang wanita yang cerdas punya berbagai cara agar membuat pria tidak merasa bosan ketika berada di dekatnya. Ia akan selalu memberikan kejutan kecil yang mungkin tak pernah Anda duga. Seorang wanita yang cerdas tentunya juga memiliki wawasan yang luas di luar masalah kecantikan dan model baju terbaru. Para pria tentunya akan sangat senang jika memiliki lawan bicara yang bisa merespon dengan baik topik yang dibicarakan.
8.Wanita yang Satu Hati soal Seks
Seks bisa menjadi masalah yang paling penting dewasa ini. Ketidakcocokan masalah seks bisa jadi problem yang mengganjal dalam hubungan Anda.
Seorang pacar yang hebat sedikitnya mengerti selera seksual kekasihnya.
Tidak harus secara keseluruhan dan menuruti semua hasrat sang kekasih.
Tapi setidaknya mengerti, berkomunikasi secara terbuka dan bisa mengimbangi serta mengendalikan ke hal yang positif.
7. Wanita yang Cantik
Mungkin ini adalah hal yang biasa, tapi juga penting. Layaknya istri, pacar yang hebat juga pastinya ingin selalu terlihat cantik di mata kekasihnya. Bukan hanya untuk Anda setidaknya untuk dirinya sendiri. Ia selalu berusaha untuk tampil sebaik mungkin. Ingat, cantik bukan berarti ia harus berdandan bak model dunia. Yang penting bersih, serasi dan sesuai dengan kondisi.
6. Wanita yang Menghormati Kekasihnya
Ini hal yang penting. Pria senang punya pacar yang menghormati dan menghargainya sebagai lelaki. Intinya, dia adalah wanita yang selalu mendengarkan Anda walaupun ia tak selalu setuju dengan pendapat dan pemikiran Anda. Dan tentunya ia juga tak pernah lelah berada disisi Anda ketika saling membutuhkan. Pacar yang baik tak akan melecehkan atau membuat Anda malu di depan teman-teman ataupun keluarga dan selalu membicarakan masalah pribadi hanya untuk kalian berdua saja.
5. Wanita yang Menghargai Kepribadian Kekasihnya
Secara tak sadar kadang sifat pria berubah sesuai dengan keinginan kekasihnya. Sifat-sifat dan kebiasaan ala lelaki menjadi berkurang atau hilang sama sekali karena perintah sang pacar. Nah, kekasih semacam ini biasanya akan dihindari pria. Walau cinta mati pada kekasihnya, seorang lelaki tetap merasa perlu waktu untuk berkumpul dengan teman-teman lelakinya.
Pria dan Wanita punya kebiasaan masing-masing yang sangat berbeda. Hargai perbedaan masing-masing dan berikan waktu untuk kehidupan lain di luar kisah asmara Anda. Kekasih yang dengan penuh pengertian memberikan waktu bahkan mendukung jika kekasihnya hang-out bersama teman-temannya justru membuat pria makin tergila-gila.
4. Wanita Bisa Mengontrol Emosi
Pada dasarnya semua wanita cenderung menjadi tukang
ngomel. Pacar yang baik tahu kapan waktunya untuk menahan amarah dan kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkannya. Beberapa perilaku pria kerap membuat wanita terganggu, hal ini lah yang kerap menyebabkan perselisihan. Pada kesalahan-kesalahan kecil usahakan untuk bicarakan secara baik-baik, tak perlu tensi tinggi. Pria akan lebih mudah mendengarkan wanita dalam nada yang lembut.
3. Wanita Cepat Akrab Dengan Teman dan Keluarga Kekasihnya.
Pacar yang hebat tak sekadar mau membantu ibu Anda di dapur, mendengarkan cerita ayah Anda dan hang out bersama teman-teman Anda. Ia melakukan hal tersebut bukan hanya untuk menyenangkan kekasihnya, tapi benar-benar menikmati kegiatan tersebut dan melakukannya dengan sepenuh hati. Pacar yang baik sangat menghargai orang-orang yang dianggap penting oleh kekasihnya.
Dia juga tak akan meminta pria pujaan hatinya untuk menjauhi teman-teman dekatnya. Ketika teman si pria sedang patah hati, pacar yang baik akan menyarankan kekasihnya untuk mengajak sahabatnya pergi bersenang-senang.
Bukti bahwa kekasih Anda demikian adalah, teman-teman Anda tak akan bersikap negatif atau terkesan berat hati jika pacar Anda akan hang-out bersama mereka.
2. Wanita yang Mencintai Sepenuh Hati
Jika Anda menemukan wanita yang mencintai Anda dengan sungguh-sungguh, apa adanya dan tanpa rekayasa sebaiknya jangan sia-siakan dia. Wanita yang tidak berusaha mengubah kekasihnya sangat sulit untuk ditemukan. Tentu saja setiap orang punya kebiasaan yang menjengkelkan tapi, jika ia mencintai Anda sepenuh hati, ia pasti akan berusaha memakluminya. Cara lain untuk mengetahui ia sangat mencintai Anda adalah coba perhatikan cara ia memandang dan memperlakukan Anda. Jika Anda tak merasakan getaran-getaran cinta sebaiknya jangan dipaksakan.
Jika ia mencintai Anda, sedikit hal sepele bisa jadi penting untuknya.
1. Wanita Menjadikan Anda Pria yang Lebih Baik
Pada dasarnya setiap pria yang memiliki kekasih atau istri yang hebat akan berkata pasangannya lah yang membuatnya ingin menjadi orang yang lebih baik. Tak perlu kata-kata atau tindakan untuk membuat si pria merasa demikian. Hal tersebut terjadi begitu saja tanpa disadari.
Secara otomatis sang pria akan berusaha memperbaiki hidupnya, lebih perhatian pada adik perempuannya, berusaha mengatur hidupnya lebih baik, dan melakukan berbagai hal untuk membuat dirinya lebih baik. Secara tak sadar si pria kadang-kadang juga tak menyadari apa motivasinya melakukan itu semua. Well, itu semua pastinya karena cinta
9 Trik agar tetap setia
Tak mudah memang setia terhadap pasangan. Banyak yang harus dilakukan agar Anda berdua bisa tetap bahagia menjalani hubungan dengan dasar kesetiaan. Apa saja?
1. Tanpa Pamrih
Hal yang perlu Anda sadari dalam mencintai pasangan adalah “memberi dengan tulus.” Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Misalnya, jangan berharap dengan mencintai pasangan, Anda lantas senantiasa harus diperhatikan. Atau, dengan mencintai pasangan, Anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri Anda.
Ingat, mencintai berarti Anda “hanya” memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Tidak perlu Anda berharap-harap, bukan? Dari rasa tanpa pamrih inilah, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda. Dari sinilah, Anda akan sanggup membahagiakan pasangan.
2. Jangan Banyak Menuntut
Jangan cemari hati dan cinta dengan begitu banyak tuntutan. Bahkan, sebaliknya, Anda harus belajar untuk selalu memberi yang terbaik kepada orang lain, termasuk kepada pasangan, melalui cinta Anda. Hanya dengan cinta yang benar, semua itu dapat Anda wujudkan. Sikap seperti ini akan membuat Anda tetap setia kepada cinta Anda, yang tentu berbuah positif dalam hubungan dengan pasangan.
Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Bahkan, sangat mungkin malah menghancurkan jalinan kasih Anda. Bukankah bila hal ini terjadi, kesetiaan Anda pun akan luntur? Jadi, jangan banyak “menuntut” agar Anda tetap selalu setia kepada cinta dan hubungan Anda berdua.
3. Jangan Takut Dikecewakan
Mungkin ini sangat sulit Anda lakukan. Biasanya, setiap orang selalu menghindari rasa kecewa, dan selalu ingin senang terus. Tidak ada ruang dalam hatinya untuk rasa kecewa atau duka cita. Padahal, kehidupan memiliki banyak sisi yang harus dihayati.
Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut dikecewakan! Tidak selamanya pertumbuhan pribadi berasal dari kesuksesan atau kebahagiaan. Adakalanya, Anda harus merasakan kekecewaan akibat hubungan dengan orang lain, termasuk pasangan Anda. Sangat mungkin ada salah paham, cekcok, atau pertengkaran kecil yang tentu akan membuat hati Anda terluka. Namun, jangan takut. Anda dapat mendewasakan diri dari “luka-luka kecil” seperti ini.
Bila Anda sudah mampu menghadapi situasi sulit ini, Anda tetap akan setia terhadap cinta Anda. Cintalah yang akan menghibur Anda dari goresan luka. Cintalah yang akan menyemangati hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Jadi, jangan buramkan cinta bila Anda sedang kecewa. Kesetiaan terhadap cinta inilah yang akan terus menguatkan hubungan kasih Anda dengan pasangan.
4. Jadilah Penghibur Yang Baik
Tempatnya cinta adalah hati. Bila hati sedang terluka, seseorang memerlukan penghiburan. Begitu pula bila hati pasangan Anda sedang berduka, hiburlah dia. Cinta Andalah yang akan menggerakkan diri Anda untuk memberi penghiburan dan penguatan bagi pasangan.
Semua itu dapat Anda lakukan bila Anda memiliki cinta yang bermahkotakan kesetiaan. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali untuk “setia di saat duka sedang berkuasa.” Jadi, belajarlah menjadi penghibur yang baik bagi pasangan. Mulailah dari mencintai diri dengan benar dan selalu setialah terhadap cinta Anda. Yakinlah, hubungan kasih bersama pasangan akan semakin mesra dengan suasana penuh penghiburan ini.
5. Pahami Sepenuh Hati
Manusia tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Seringkali, pasangan berada dalam situasi sulit dan mungkin Anda pun kesulitan untuk memahaminya. Mungkin ia sedang frustrasi, putus asa, atau gagal. Nah, Anda harus bisa memahami hati pasangan yang sedang terpuruk ini. Pahami dia dengan sepenuh hati, jangan malah terpancing memperburuk suasana batinnya. Misalnya Anda mengomeli kenapa dia bisa gagal, atau menyalahkannya.
Hindari sikap seperti ini. Hanya dengan tetap setia kepada cinta Anda, Anda akan mampu menerima dan memahami suasana hati pasangan. Dengan kesetiaan pula, Anda menginspirasi pasangan untuk sesegera mungkin bangkit dari frustrasinya. Semua itu hanya dapat Anda lakukan dengan cinta, bukan? Jangan sedetik pun meninggalkan cinta Anda dan tetap setialah di dalamnya. Dengan begitu, pasangan akan lebih mencintai Anda karena Andalah yang bisa menjadi penyejuk di saat suasana buruk terjadi.
6. Syukuri Apa Yang Terjadi
Jangan mengeluh dan mengumpat bila Anda sedang gagal, berduka, ataupun kecewa. Ucapkan syukur atas karunia hari-hari Anda yang penuh warna pengalaman hidup. Ucapkan syukur karena semua peristiwa membawa Anda bertumbuh dalam kedewasaan.
Dengan sikap ini, Anda akan dapat tetap setia dalam cinta Anda. Kekalutan hidup tidak akan membuat jiwa Anda kerdil. Bahkan sebaliknya, Anda akan semakin tangguh menghadapi apa pun yang terjadi. Jadi, tetap setialah kepada cinta Anda dengan mensyukuri semua pengalaman hidup Anda. Dari sinilah hubungan kasih dengan pasangan akan semakin kokoh.
7. Mandiri Dalam Pikir Dan Tindakan
Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, terutama pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika Anda harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.
Kemandirian akan membuat Anda dapat tetap setia terhadap pasangan dan diri Anda sendiri. Anda akan semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang. Hubungan kasih pun akan semakin kuat dan mandiri.
8. Teguh Dalam Harapan
Cinta tanpa pengharapan tentu akan sia-sia. Hidup tak akan pernah bergerak ke depan tanpa pengharapan. Seakan tidak memiliki fokus ke arah yang lebih baik lagi. Anda juga tidak akan dapat menambahkan sedikit demi sedikit makna cinta dalam hidup Anda. Untuk itu, milikilah harapan dan berusahalah untuk selalu untuk mewujudkannya.
Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda; karena harapan Andalah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup penuh kasih dan sayang dengan pasangan. Jadi, selalu perteguh harapan akan hidup lebih baik dalam cinta dan kehidupan Anda berdua.
9. Padukan Kata Dan Perbuatan
Cinta sebaiknya tak hanya disimpan di bibir semata. Juga, jangan hanya diungkapkan dengan untaian kata yang indah. Padukan kata dan perbuatan, sehingga makna cinta Anda dapat Anda rasakan bersama pasangan. Paduan ini akan menjadi bukti bahwa Anda tetap setia terhadap cinta Anda. Kesetiaan ini membuat hubungan kasih bersama pasangan selalu berada dalam kejujuran dan kepercayaan.
Ini karena Anda selalu setia dan konsisten terhadap ucapan dan perbuatan Anda. Dengan demikian, Anda berdua akan benar-benar menikmati kesetiaan dengan sepenuh hati. Tidak ada kekhawatiran akan terjadi kebohongan
Akibat Dosa dalam Berpacaran
Persetubuhan pertama yang disertai dengan perasaan berdosa ini biasanya sangat mengecewakan. Mungkin mereka melakukannya dengan tidak bebas, takut dilihat orang, dan disertai dengan rasa bersalah. Semestinya hubungan seks itu dilakukan dengan santai untuk dinikmati, karena seks adalah ciptaan Allah yang harus dilakukan dengan kesucian dan kemurnian hati, maka peristiwa itu terjadi secara cepat, Ada 2 akibat dari dosa tersebut, yaitu
A. Akibat Langsung
Bagi si gadis, peristiwa pertama disertai dengan rasa sakit, bukan hanya takut, cemas, atau rasa berdosa. Bagi seorang istri yang ingin sungguh-sungguh menikmati seks, biasanya ada waktu untuk penyesuaian. Si gadis kini sudah tidak perawan lagi itu pulang dengan rasa takut, cemas, mungkin menangis dan mulai membenci pacarnya. Sebelumnya, pacarnya dianggap sebagai pria idamannya, namun sekarang semua telah berubah.
Gambaran diatas menggambarkan perubahan perasaannya.
Sebelum dosa persetubuhan dilakukan, ia sangat mencintai pacarnya (A), meskipun sebagian besar dengan cinta eros. Setelah perbuatan dosa itu, cintanya berkurang (B), bahkan mulai membenci (C) atau menjadi lebih banyak bencinya daripada cinta yang semulanya (D).
Apa yang digambarkan di novel-novel murahan dan tidak realistis itu justru menceritakan cintanya pada pacarnya akan menjadi menggebu-gebu (A1). Hal dalam perubahan ini, juga bisa dialami oleh pria.
Alkitab sebagai buku yang realistis menggambarkan hal ini juga (tidak berarti si pria meninggalkan si gadis karena muak dan benci, karena hal itu mutlak akan terjadi). Ada di dalam kitab 2Samuel 13.1-17.
B. Akibat Jangka Panjang
Ada dua kemungkinan kelanjutan dari perbuatan dosa itu, yaitu
1. Hubungan mereka putus.
Karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian terhadap pacar, kemungkinan hubungan mereka akan putus. Kemungkinan ini lebih besar lagi apabila mereka masih remaja.
Lalu, jika hubungan itu putus, siapa yang akan rugi besar? Tentunya si gadis. Dan si pria merasa untung, pergi tertawa dan bersiul-siul mencari teman baru.
Kalaupun ia menyesal dan tidak tertawa-tawa, tidak ada "bekas" padanya secara fisik yang merugikan hubungannya dengan teman wanitanya yang lain.
2. Hubungan yang dilanjutkan sampai menikah
Perbuatan dosa pada masa lalu ini akan sangat merugikan si gadis dan hubungannya dengan pria lain di masa nanti. Maka timbullah pertanyaan, "Apakah ia harus memberitahu kepada calon suaminya?"
Memang pada abad 20 ini, pria-pria kita masih mengikuti standar ganda masyarakat. Harga diri pria memang rapuh, mudah retak. Ia perlu yang terbaik.
Pikirannya kelak akan dihantui bahwa istrinya "bekas" orang lain. Memang agak kekanak-kanakkan, tapi banyak pria yang tidak dapat melupakan hal itu.
Sungguh-sungguh memerlukan seorang yang benar-benar dewasa kepribadiannya untuk mengatasi shock dan kecewanya. Perlu juga pria yang rela mengampuni dan dapat melupakan masa lalu tunangannya. Jika sang pria, tidak dengan kedewasaan Kristus, menerima si gadis "bekas" namun tetap memaksakan diri untuk menikahinya (entah karena ia cantik, kaya, penting untuk karirnya, tau gengsi: "Bukankah saya orang Kristen, jadi harus menerimanya?"), akibatnya akan tampak ketika setelah menikah. Ia tidak akan menghargai dan memiliki respek terhadap istrinya. Ia akan menggunakan masa lampau istrinya sebagai senjata untuk "mengalahkan" istrinya.
Lebih baik tidak usah menikah daripada menikah tapi tidak dihargai.
Pernikahan seperti ini kemungkinan besar akan diracuni oleh perbuatan dosa masa lalu itu, akibatnya mereka tidak saling mempercayai secara penuh dan ada rasa cemburu.
Apabila mereka bertengkar, dosa masa lampau itu juga akan mewarnai dan mempertajam perselisihan itu.
Dalam situasi pernikahan yang parah seperti ini, mereka sangat memerlukan konseling yang dalam. Mereka patut meminta ampun untuk dosa-dosa mereka kepada ALLAH dan pada partnernya. Mereka perlu saling mengampuni, melupakan dosa itu dan menerimanya partnernya sebagaimana adanya. Mereka membutuhkan kasih Ilahi yang dewasa.
Tentunya tidak semua pernikahan yang dimulai dengan dosa persetubuhan sebelum menikah berakhir seperti ini, tapi sangat lebih baik mencegah hal-hal tersebut di atas, supaya muda-mudi itu memasuki pernikahan dengan hati yang cerah dan kasih yang tidak dicemari ketidakpercayaan dan perasaan suci.
Oleh: Pdt. Dr. Jonathan A. Trisna, M.Psi
Berpacaran yang Baik
80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan adalah disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan selama pacaran yang tidak baik ini seperti menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan. Orang duniawi berpacaran karena pergaulan yang tidak sehat. Dan semua ini Tuhan rencanakan dimulai dari pergaulan.
"Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik". Berikut adalah motivasi salah yang terkadang terdapat dalam pikiran kita mengenai perkawinan:
1. Masalah usia.
Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah. Allah punya rencana untuk tiap mahluk-Nya berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah berbeda2. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali dianggap 'perawan tua' atau semacamnya.
2. Rasa kesepian.
Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita. Faktor ini terkadang terjadi pada kaum wanita. Dengan anggapan bahwa dirinya kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya.
3. Tekanan dari orang tua, atau teman.
Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas dasar tekanan dari orang lain.
4. Merasa sudah cocok.
Disaat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati2, kita harus teliti lebih jauh tentang dirinya. Seperti cerita, sepasang muda-mudi yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah karena kebaikan pasangannya itu. Ingat! bahwa kita bukan mencari orang baik untuk dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik belum tentu orang benar, tetapi orang benar, pasti baik.
5. Materi, seperti warisan, kekayaan, yang sifatnya tidak kekal dan hanya menjadikan manusia rakus harta.
6. Asmara / ketertarikan jasmani.
Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Karena apabila kita sudah menjadi tua pun semua kecantikan itu akan hilang.
7. Biologis.
Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah bila seorang pria belum menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah adalah alternatif lain untuk seorang pria dari pada ia lari ke berbuat dosa. Menikah dengan niatan/maksud baik.
8. Kuasa gelap.
Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai. Iblis mungkin akan memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan kuitansi pada kita. Misalnya: perkawinanan anda hanya 5 tahun, atau anak yang anda lahirkan akan idiot, atau anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis anda, dan sebagainya.. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, DIA memberikan yang menurutnya terbaik untuk kita, malah Ia akan memberikan damai sejahtera kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar dengan uang seberapa besarnya pun.
Waspada terhadap daya tarik kuasa gelap misalnya pada saat kita sangat berharap, kita ketakutan, kita ingin memiliki, kita sakit hati, dsb.
Bagaimana kita menemukan pasangan hidup secara natural dan bukan supernatural?
Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata. Tentu saja untuk menemukan pasangan hidup kita harus berusaha untuk berjumpa dengan orang yang dimaksud, yaitu melalui persahabatan yang sehat.
Dan waktu tidak menentukan kapan, akan tetapi kesamaan akan lahir baru, sepadan, dalam arti bahwa sepadan itu sama2 mempunyai visi yang sama, dapat saling mengisi atau melengkapi dalam hal kekurangan atau kelebihan (kompensasi).
Bagaimana dengan perbedaan yang ada? Semua perbedaan yang tidak mutlak,baik itu mengenai masalah usia, suku,ras, sosial, pendidikan, dapat diatasi dengan kedewasaan rohani.
Biasanya dengan perbedaan ini orang yang paling terlebih memberitahu adalah orang tua. Nah dengan kedewasaan iman, kita dapat saja meminta kepada Tuhan untuk mengubah cara pandangan orang tua kita.
Pacaran & Pra Nikah apa perbedaannya?
Pacaran statusnya coba2, kalau pranikah yakin, karena sudah adanya saling kenal di antara kedua pihak. Inilah berbagai ulasan mengenai asmara yang sangat bertentangan dengan kasih, yaitu bahwa kasih sabar, sopan dan tidak cemburu, sedangkan asmara kebalikannya. Dalam pacaran dunawi, orang kebanyakan berpacaran karena asmara, yang dimana dipenuhi dengan nafsu, terutama di pihak laki-laki.
Kita lihat bahwa si pria tidak sabar untuk menunggu, ia penuh dengan asmara bukan kasih. Pria pencemburu yang sering kali mengikat hubungan dengan pasangannya karena rasa tidak aman sampai pada tahap2 tertentu, jelas ia sedang jatuh dalam asmara dan bukan kasih, karena kasih tidak pencemburu.
Begitu juga pihak Wanita, yang setiap saat mencemburui dengan berlebihan.
Hal2 yang perlu dihindari:
Disebutkan bahwa apabila antar pasangan kita terdapat lebih dari 300 jam pertemuan, kita harus hati2 untuk terjerumus dalam nafsu.
Kita atur sebaik mungkin untuk seminimal mungkin bertemu dengan pasangan, dan sedapat mungkin menghindar dari suasana2, tempat yang dapat memacu nafsu.
Dalam hal menjaga kekudusan, pada awal pertemuan kita harus bikin komitmen dengan pasangan kita, dan yang memegang kunci dari kekudusan ini adalah wanita.
Bila anda seorang wanita, untuk menjaga kekudusan anda harus sembuh dulu dari rasa kesepian, jangan berpikir bahwa anda adalah mahluk yang kesepian dan anda mendukung pasangan anda untuk jatuh ke dalam dosa. Kalau Tuhan memberikan pria sejati, pria tersebut akan menjaga kekudusan dan menghormati anda,kalau ceroboh dalam hal pernikahan, maka akan menanggung seumur hidup! Saling menghargai/menghormati, sekalipun di dalam kesesakan hidup.
Dan di dalam pernikahan yang terpenting adalah persatuan roh:
setubuh, sedaging, sejiwa, terbuka, kelemahan menjadi kelemahan bersama, kelebihan menjadi kelebihan bersama dan untuk itu kita dapat saling mengisi satu sama lain. Ingatlah bahwa penikahan bukan jalan pintas tetapi merupakan rencana Allah akan hidup kita.
There is a certainty of love
That sets my heart at rest,
A calm assurance for today
That what God does is the best
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Cemburu Buta Dalam batas kewajaran, cemburu itu normal. Namun cemburu buta berlebihan perlu ditelusuri sumbernya. Bisa saja cemburu itu berasal dari rasa takut kehilangan, rasa tidak aman, rasa kurang percaya akan kesetiaan kekasih atau rasa tidak suka terhadap sikap kekasih yang terlalu ramah terhadap orang lain. Anda sebaiknya tahu alasan di balik kecemburuannya. Jangan puas dengan jawaban klise 'karena aku mencintaimu'.
2. Mengekang Apakah kekasih Anda selau punya alasan untuk melarang Anda melakukan ini dan itu? Apakah dia selalu punya dalih untuk mengatur Anda? Kalau alasannya wajar, bisa dimengerti dan bisa Anda terima dengan senang hati, tentu tidak menjadi masalah. Namun kalau alasannya disertai prasangka buruk, Anda perlu negosiasi. Bicarakanlah secara terbuka dalam suasana bersahabat.
3. Kamuflase (tipuan) Bersyukurlah kalau kekasih Anda punya segudang sifat baik yang Anda sukai. Namun tidak ada salahnya Anda memastikan semua itu sifat aslinya. bukan rekayasa atau sandiwara untuk merebut hati Anda. Bagaimana cara mengujinya ? Perhatikan apakah sifat baiknya itu ditujukan hanya kepada Anda atau berlaku juga bagi keluarganya, temannya dan orang lain. Hasil riset para ahli menunjukkan banyak perkawinan yang hancur karena pasangan kekasih itu memperlihtkan gigi dan taringnya yang disembunyikan di balik sifat baik pada masa pacaran.
4. Permainan Kata Sungguh menggetarkan hati ketika kekasih menyatakan betapa dia sangat mencintai Anda. 'Engkau segalanya bagiku','Hatiku hanya untukmu','Tak ada yang sanggup memisahkan kita', 'Aku rela mati demi kebahagiaanmu', dan sebagainya. Sebaiknya Anda tidak terlalu lugu sehingga terlena dan hanyut dalam buaian janji dan sanjungan yang muluk. Mengapa? Karena Anda tidak bisa membuktikannya. Satu-satunya yang bisa Anda lakukan adalah melihat kenyataan apakah sikap sehari-hari sesuai dengan perkataannya. Misalnya dia kecewa dan marah, bagaimana sikap kata-katanya? Ketika Anda memperkenalkannya dengan sahabat Anda yang cantik dan menarik, bagaimana reaksinya? Ketika Anda meminta bantuan sementara dia sedang asyik main game atau nonton bola, bagaimana responnya? Kalau kata-katanya setinggi langit berbeda dengan sikapnya, Anda perlu meragukannya.
Thursday, July 31, 2008
ONE LITER OF TEARS (Sebuah Renungan)
Untuk apa aku hidup di dunia?
Sebuah pertanyaan yang sepertinya banyak dipikirkan orang. Aku pun mungkin termasuk orang yang punya pertanyaan yang sama. Malam ini, aku merasa begitu amat beruntung, bahkan sangat beruntung. Aku merasa amat berharga. Sebagai seorang manusia, aku masih diberikan kesempatan untuk bisa menghela nafas dan merasakan begitu banyak kebahagiaan… juga kesedihan.
Hidup… kita memang hidup untuk mencari kebahagiaan. Tapi, yang juga membuat hidup indah adalah kesedihan. Jangan pernah berpikir kebahagiaan itu sempurna karena kesempurnaan itu sungguh tiada bagi seorang manusia.
Satu kisah kembali membuatku merasakan betapa aku hanyalah seorang manusia biasa. One liter of tears… Sebuah kisah tentang perjuangan hidup seorang anak perempuan bernama Aya yang begitu menghargai hidup. Bukan kebahagiaan saja rupanya yang menyempurnakan hidup yang ia punya. Tapi, kesedihan akibat penyakit yang ia derita yang malah membuat dia bangkit untuk bahagia. Satu keinginannya yang begitu mulia… Walaupun ia tak lagi bisa merasakan hidup seperti biasa, dia masih ingin menolong orang lain.
Jangan pernah mengharapkan kematian itu datang saat kesedihan merajai hati. Tahukah bahwa ia tentu akan tiba ketika memang telah datang masanya. Bukan kita yang menentukan apa yang terjadi di masa yang akan datang karena masa depan masihlah berada dalam angan. Mungkin, Tuhan masih memberi kesempatan pada kita untuk merasakan berbagai macam hal di dunia agar kita paham mengapa kita tercipta.
Bahagia ataupun sedih, usah dipikirkan sendiri. Suatu hal yang baik kiranya jika apapun yang kita rasa mampu kita maknai dengan sepenuh hati. Jangan menyerah! Hidup adalah satu anugerah dan bukanlah sesuatu yang patut disiakan. Kalaulah boleh aku berharap pun, aku masih ingin diberi kesempatan yang banyak untuk memandang langit yang luas hingga batas cakrawala. Aku masih ingin membahagiakan mereka yang kucinta. Aku masih ingin menolong banyak saudara dan menghirup udara dunia. Aku… masih ingin bertemu dan hidup dengan seorang pasangan jiwa. Hingga akhir masakah? Aku hanya bisa mengharap saja dan terus berusaha.
One liter of tears… kembali membuat air mataku mengalir deras malam ini. Aku lagi-lagi merenungi berbagai macam hal dalam hidup seraya berujar dalam lubuk hati….
Tuhan… terima kasih, entah sudah berapa banyak dosa yang kubuat hingga saat ini. Engkau masih begitu pengasih memberiku banyak nikmat hingga hari ini.
Ma… Pa… terima kasih. Begitu tak terkiranya kasih sayang yang kalian berikan.
Pi… Da… Nong… terima kasih. Walau mungkin aku bukanlah sosok kakak yang sempurna, kalian adalah adik-adik terbaik di dunia.
Sahabat… nama kalian akan senantiasa terpatri dalam hati karena kalianlah yang membuat hidupku bermakna dengan segala ucapan dan gerak kalian.
Aku pun makin tahu bahwa kini mengapa aku hidup bukanlah sesuatu yang harus dipertanyakan setiap harinya. Aku hidup adalah suatu nikmat yang tak terkira. Aku harap aku ada dan mampu membuat orang lain bahagia. Adanya aku, kuharap dapat membuat orang lain lupa akan kesedihan mereka. Aku harap apa yang telah Tuhan berikan ini dapat membuatku terus berjuang menggapai setiap mimpi dan harapan yang aku punya.
Mengucap syukur dengan kalimat yang indah... Trimakasih Tuhan...